Warisan Budaya Dunia: Candi Borobudur
By Caroline Halim - Kamis, 26 September 2024 | 14.23
Sumber: IndonesiaTravel
SEJARAH SINGKAT CANDI BOROBUDUR
Candi Borobudur terletak di Magelang, Jawa Tengah. Lokasinya berdekatan dengan dua candi Buddha lainnya, yaitu Candi Pawon dan Candi Mendut. Para arkeolog menyebutkan bahwa masa pembangunan candi sekitar tahun 775-832. Jadi, Candi Borobudur diperkirakan berdiri sejak abad ke-9.
Menurut J.G. de Casparis, ahli epigraf asal Belanda, Candi Borobudur didirikan oleh seorang raja Dinasti Sailendra atau Syailendra yakni Raja Samaratungga beserta putrinya Pramodhawardhani. Pendapatnya didasarkan pada dua prasasti mereka, yakni Prasasti Karang Tengah dan Prasasti Sri Kahulunan.
Candi Borobudur diketahui merupakan peninggalan sarana ritual agama Buddha, tepatnya perpaduan ajaran Buddha Mahayana dan Tantrayana dengan meditasi filsafat Yogacara.
Ajaran Buddha semacam itu disebut mirip dengan yang berkembang di Bengal, India pada abad ke-8 pada masa pemerintahan raja-raja Pala.
ARSITEKTUR CANDI BOROBUDUR
Bentuk dari Candi Borobudur adalah bujur sangkar dengan ukuran nya mencapai 123 x 123 meter. Serta memiliki tinggi sekitar 42 meter yang terhitung sampai bagian atas puncak Chattra. Bangunan ini juga memiliki 10 tingkatan, tingkat paling atas berupa stupa besar, Adapun di bagian kakinya dapat ditemukan relief cerita Karmawibhangga.
Di setiap tingkat terdapat beberapa stupa. Total seluruhnya adalah 72 stupa selain yang utama.
Tidak hanya itu, filosofi Buddha juga terkandung pada keempat sisi candi dengan pintu gerbang dan tangga ke atas layaknya piramida. Filosofi tersebut berbunyi semua kehidupan berasal dari bebatuan lalu pasir, tumbuhan, serangga, binatang liar, binatang peliharaan hingga menjadi manusia. Proses tersebut yang dinamakan sebagai reinkarnasi. Proses terakhir adalah menjadi jiwa dan akhirnya masuk ke nirwana.
Menurut urutan bangunan punden berundak yang dipadukan dengan ajaran Buddha ada tiga bagian yang dilambangkan sebagai berikut:
1. KAMADUTHU
Kamadhatu yang diartikan sebagai alam bawah atau dunia nafsu. Selama hidup, manusia terikat pada nafsu juga dikuasai oleh kemauan.
Ukiran candi di tingkat pertama menggambarkan adegan dari Kitab Karmawibangga yaitu gambaran sebab akibat serta perbuatan baik dan buruk. Deretan relief tidak tampak seluruhnya karena tertutup oleh dasar candi yang lebar. Di sisi tenggara tampak relief yang terbuka dan dapat dilihat oleh pengunjung.
2. RUPADHATU
Rupadhatu adalah bagian tingkat kedua hingga keenam dari candi. Di tingkatan ini dapat ditemui relief Lalitavistara, Jataka, Awadana, Gandavyuha, dan Bhadracari.
3. ARUPADHATU
Arupadhatu atau tingkat teratas yang disamakan dengan alam atas atau dunia tanpa rupa, wujud dan bentuk. Di tingkat tersebut manusia telah bebas dan memutuskan segala ikatan pada dunia fana selama-lamanya.
ini mah tempat nya emang paling the best sihh, wajib bgt buat dikunjungi
ReplyDeleteseru nih kalo ajak keluarga kesini
ReplyDeleteUdah pernah kesini sih emang tempatnya sebagus itu 😍
ReplyDeleteWajib banget ke tempat satu ini sihh, kalo gk pergi nyesal sih😊
ReplyDeleteWahh bakal jadi wishlist liburan aku nantinya
ReplyDelete